Cara Mudah Riset Keyword: Panduan Praktis untuk Blogger Pemula

Cara Mudah Riset Keyword: Panduan Praktis untuk Blogger Pemula

Riset keyword adalah fondasi terbesar dalam dunia SEO. Tanpa riset keyword, artikelmu ibarat menembak tanpa target: tidak tepat sasaran, sulit ditemukan, dan akhirnya tidak mendapatkan traffic. Kabar baiknya, riset keyword tidak harus rumit atau memakai tools mahal. Dengan strategi yang benar, kamu bisa menemukan keyword potensial hanya dalam hitungan menit.

Berikut panduan riset keyword paling mudah untuk blogger pemula, menggunakan pendekatan 3 pilar utama: mencari kebutuhan pasar, menganalisa kompetisi, dan memilih keyword terbaik untuk dieksekusi.


1. Pilar 1 – Temukan Kebutuhan Pasar: Cari Apa yang Dicari Pembaca

Riset keyword bukan sekadar mencari kata kunci, tapi memahami apa yang sedang dibutuhkan orang. Tujuanmu adalah menemukan pertanyaan yang banyak dicari, namun belum banyak dijawab dengan baik.

Cara mencari keyword berdasarkan kebutuhan pasar:

  • Gunakan Google Suggestion: ketik satu kata lalu lihat saran otomatis.
  • Cek bagian People Also Ask (PAA) untuk menemukan pertanyaan populer.
  • Gunakan tools gratis seperti AnswerThePublic atau Keyword Generator dari Ahrefs.
  • Perhatikan topik yang sedang viral di TikTok, Instagram, atau X (Twitter).
    Topik viral = potensi keyword besar.
  • Masuk ke forum atau grup Facebook untuk melihat pertanyaan nyata dari orang-orang.

Semakin besar kebutuhannya, semakin besar peluang keywordnya mendatangkan traffic.


2. Pilar 2 – Analisa Kompetisi: Pastikan Kamu Punya Peluang Menang

Banyak blogger melakukan kesalahan fatal: memilih keyword yang terlalu berat. Artinya, kompetitornya sudah sangat kuat atau jumlah artikelnya sangat banyak.

Cara menganalisa kompetisi keyword:

  • Cari keyword di Google, lalu lihat siapa yang masuk page one:
    • Jika banyak website besar (Kompas, Detik, Wikipedia), keyword terlalu berat.
    • Jika banyak blog pribadi atau website kecil, keyword cocok untuk pemula.
  • Cek panjang artikel kompetitor:
    Artikel pendek = peluang besar untuk mengalahkan mereka.
  • Perhatikan apakah artikel kompetitor tidak lengkap, tidak jelas, atau kurang mendalam.
    Kalau iya, kamu bisa membuat versi yang lebih unggul.
  • Gunakan tools gratis seperti Ubersuggest untuk melihat tingkat kesulitan keyword (KD).

Tujuanmu adalah mencari keyword yang kompetisinya rendah tapi tetap dicari orang.


3. Pilar 3 – Pilih Keyword Terbaik: Filter dan Putuskan yang Paling Potensial

Setelah mendapatkan daftar keyword, langkah selanjutnya adalah memilih keyword terbaik.

Cara memilih keyword yang paling layak dipakai:

  • Pilih keyword dengan volume pencarian sedang (tidak terlalu besar, tidak terlalu kecil).
  • Pilih keyword dengan long-tail (3–6 kata) agar mudah masuk page one.
  • Pastikan keyword punya search intent jelas: tutorial, definisi, review, atau listicle.
  • Utamakan keyword yang bisa dibuat menjadi:
    • artikel mendalam
    • artikel evergreen
    • atau cluster konten
      Ini akan memperkuat SEO jangka panjang.
  • Terapkan sistem prioritas:
    • Relevansi: 40%
    • Kompetisi: 40%
    • Potensi traffic: 20%

Jika keyword sudah lolos tiga filter ini, berarti keyword tersebut layak kamu eksekusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *